Segmentasi Gender di Bisnis Distro, Ini Dia Tempatnya!

Segmentasi Gender di Bisnis Distro, Ini Dia Tempatnya!-Dua jam lebih ane dan dua sohib ngubek-ngubek distro Heritage yang bergaya art deco. Temen ane yang gila arsitektur mulai sepet matanya karena berjam-jam motoin tuh bangunan distro dari berbagai sudut. Beberapa ganti lensa hingga dapet angle-angle yang pas buat dokumentasi pribadinya. Temen ane yang cewek pun akhirnya keluar Heritage sambil geleng-geleng kepala karena bingung harus milih yang mana. Maklum, temen ane kan gak jelas segmentasi gender-nya, haha.. tuh ketahuan.

Pramuniaga distro menatap kami dengan pandangan bercabang. Mungkin mereka pikir, nih tiga anak ngapain lama-lama ngubek distro kalo gak beli apa-apa. Tapi sebodo amat. Tujuan ane dan kawan-kawan bukan hanya belanja, tapi hunting barang-barang yang gak ada. Makanya gak ada barang yang dibeli karena emang gak punya niat buat belanja, hehe.. maafin ye sodare-sodare sebangsa dan setanah aer..

Sejenak berteduh di pinggir jalan yang rimbun dengan pepohonan. Sambil menghadapi cemilan bakso cuanki ngebul yang dijajakan Mamang muda dengan pikulan kecil. Kalo dilihat, tu mamang, usianya pasti sebaya dengan kami. Cuma wajahnya saja yang boros. Makanya ane sebut mamang muda.

Racikan bakso cuanki-nya top punya. Aroma gurih ditambah pedesnya sambal membuat kami sukses melahap masing-masing dua mangkok. Dan harganya? Jangan ditanya, suer murah banget. Modalnya tentu saja bahasa Sunda ane yang cespleng.

25 januari 2

For Men Distro

Puas mengisi perut dengan bakso cuanki, kami meneruskan hunting ke distro lain. Langkah kami terhenti di depan sebuah distro yang bergaya maskulin. For Men namanya. Tugu batu yang menjulang kokoh bertuliskan “For Men” berdiri di pintu masuk.

Kalau dicermati, kok tugu batu ini sangat cowok sekali ya. Malah mirip dengan perkakas laki-laki.. hehe jangan keburu ngeres otaknya sob.. Tapi apa pun konotasinya, tugu itu mempertegas kalau distro ini memang diperuntukkan khusus buat laki-laki.

Bukan temen ane namanya kalau mati gaya begitu masuk ke komunitas dengan segmentasi gender tertentu. Ntu temen ane yang cewek melenggang bebas aja masuk. Malah berkelakar ingin membuktikan gimana rasanya jadi laki-laki sejati dengan masuk ke distro khusus cowok. Dasar cewek shopisticated, urat malunye dah putus kali ye.

Gaya For Men Lebih Dewasa dari Distro Street Fashion pada Umumnya

Barang-barang yang dipajang di For Men kalau dilihat dari segi item, masih sama saja dengan distro lain. Yang membedakannya, gaya For Men lebih dewasa dari distro street fashion pada umumnya.

Lay out laki namun elegan menjadikan For Men membuat kenyamanan tersendiri untuk pengunjung yang mayoritas laki-laki. Jika ada cewek yang nyasar ke mari, tentu karena mengantar pacar atau suaminya berbelanja. Kecuali temen cewek ane yang bener-bener aneh ini.

Setelah menuntaskan dahaga menengok gaya kaos distro yang lagi trend buat cowok di For Men. Kami akhirnya kembali ke pedestrian sambil membahas pengalaman barusan. Tentu saja dibumbui acara ledek-meledek. Yang jadi objek ledekan ya siapa lagi kalau bukan temen cewek kami. Untungnya yang dijadikan objek ledekan tenang-tenang saja, malah balas ngeledek. Hingga kami yang cowok malu sendiri karena di kick balik.

Segmentasi gender di bisnis distro apalagi khusus buat cowok, merupakan suatu terobosan yang berani. Meskipun sudah banyak cowok metroseksual yang sangat sadar untuk menjaga penampilan, tetap saja kebanyakan untuk urusan fashion selalu diserahkan pada pasangan. Apalagi cowok yang sudah beristri. Dengan alasan kesibukan, mereka selalu terima apa pun yang dibelikan oleh sang istri. Maklum cowok kan kurang bijaksana saat mengontrol pengeluaran. Jadi bisa lebih kalap dari cewek saat belanja.

meta des; Segmentasi gender di bisnis distro, khususnya untuk pria adalah terobosan berani. Ini dia distro yang menonjolkan segmentasi gender di Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *